Buku ini sangat membuat gue kagum dengan cerita-ceritanya. Ya walaupun baru beberapa halaman yang gue baca. Tapi yang paling gue suka saat halaman yang berisi ‘Apa yang dilihat anjing’ adalah cerita Caesar Millan seorang yang menurut gue pawangnya anjing. Dia menangani khasus si anjing yang di bilang monster sama tuannya si anjing. Bayangin ajah anjing yang menurut tuannya galak itu sudah seperti kehabisan akal, untuk menenangkan Sugar (nama si Anjing).
“Bantu kami ubah monster kami jadi anjing manis yang pantas di sayangi, “jawab Lynda. Jelas dia sudah berpikir lama mengenai cara memperkenalkan Sugar kepada Caesar.
“Dia 90 % nakal, 10 % baik....(wew galak banget dong ). Dia dengan kami kalau malam. Dia suka di manja”. Sugar sangat berarti bagi Lynda.
“Tapi dia menarik semua yang bisa dia tarik lalu coba merusaknya. Suami saya cacat, dan Sugar mengacak-ngacak kamarnya. Sugar merobek baju. Dia merobek karpet kami. Semua hal yang buruk oleh Sugar diceritakan pada Caesar. Dan Caesar memberi pertanyaan pada Lynda seputar kegiatan Sugar.
Caesar pun mulai mendekati Sugar, dan sedikit bermain-main.
“Anjing ini tidak punya aturan di dunia nyata,tidak puny batasan”, kata Caesar akhirnya. “Anda mengajak dia bergerak dan menyayangi dia. Tapi anda tidak mengajak dia bergerak , menyayangi dia dan mendisiplinkan dia. Kalau sayang seseorang atau sesuatu, kita penuhi segala tentang mereka. Itu namanya sayang. Dan anda belum sayang anjing anda”, Caesar berdiri lalu menegok. “Ayo jalan-jalan”.
Lynda berjalan ke dapur. Dalam 5 menit , monsternya berubah jadi malaikat. ”Sukar di percaya”, kata Lynda.
Menurut gue crita ini sangat keren bahkan membuat gue sangat kagum akan si Caesar Millan.
gambar Caesar Millan dan anjing2nya



